Di tengah khidmatnya rangkaian acara Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang digelar oleh MIN 1 Cianjur pada Rabu sore, (11/02/2026), ada satu sudut yang tak kalah ramai dan penuh semangat: dapur konsumsi. Sekelompok ibu guru yang tergabung dalam seksi konsumsi terlihat sibuk mondar-mandir, menyiapkan berbagai hidangan untuk ratusan peserta dengan senyum lebar dan canda tawa yang tak henti.

Dipimpin oleh Siti Sariah, Siti Komariah, Agustina Tresnawati, dan Ani Yuliani serta dibantu oleh tim lainnya  ibu guru yang dikenal lincah dan penuh ide, tim konsumsi ini menunjukkan bahwa persiapan makanan pun bisa menjadi ajang beribadah yang menyenangkan. Mereka tampak kompak mengupas bawang, memotong sayuran, memasak ikan dan daging, dan membuat sambal dengan kelincahan tangannya hingga mengaduk teh hangat untuk sahur dan sarapan keesokan harinya.

“Capek sih pasti, tapi seru banget! Apalagi lihat teman-teman yang lain khusyuk ibadah, kami jadi ikut semangat menyiapkan makanan terbaik buat mereka,” ujar Siti sariah sambil terkekeh saat membantu mengangkat nampan berisi potongan semangka segar. “Ini kan ibadah juga, memastikan kebutuhan perut teman-teman dan peserta mabit terpenuhi biar bisa fokus beribadah.”

Tak hanya sekadar menyiapkan, kreativitas tim ini juga patut diacungi jempol. Mereka menghias bungkusan nasi sahur dengan stiker-stiker motivasi Islami kecil dan menyelipkan catatan penyemangat di setiap kotak bekal. “Ide dadakan aja, biar teman-teman pas buka bekalnya nanti makin termotivasi,” timpal Agustina, anggota tim lainnya, yang sedang menyusun botol-botol air mineral.

Meski harus bekerja hingga larut malam dan bangun lebih awal dari peserta lain, tak ada raut lelah yang terpancar dari wajah mereka. Suasana dapur justru riuh rendah dengan celotehan, lagu-lagu nasyid ringan, bahkan sesekali terdengar tawa renyah saat salah satu dari mereka membuat banyolan. Mereka percaya, setiap senyum dan keikhlasan dalam menyiapkan santapan akan bernilai pahala. Kehadiran seksi konsumsi dengan semangat cerianya ini menjadi bukti bahwa MABIT bukan hanya tentang spiritualitas individu, tetapi juga tentang kebersamaan, gotong royong, dan bagaimana setiap peran, sekecil apapun, dapat berkontribusi pada kesuksesan sebuah acara yang mulia. Semangat mereka benar-benar menular!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *